Dekan FTK canangkan kampus ABC, seperti apa strateginya?

syukuran_06

Menempati gedung baru bukan tanpa risiko, juga bukan tanpa cita-cita. Memulai sesuatu yang baru dengan cara positif? Kenapa tidak? Inilah yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. H. Subhan, M.Ed, saat setelah menempati Kampus II IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Sesuai dengan site plan sebelumnya, Kampus II ini memang dikhususkan untuk kegiatan akademik, non akademik, dan administratif Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, karena dirasakan kampus yang lama sudah lagi tidak kondusif untuk mendukung suasana perkuliahan yang ideal.

Dalam upaya penciptaan kultur akademis yang bermartabat, Dekan FTK mencanangkan kampus II sebagai Kampus ABC. ABC sendiri merupakan akronim dari tiga buah kata, yakni Agamis, Bersih, dan Cerdas. Ketiga aspek nilai ini memegang peranan penting dalam pembentukan karakter mahasiswa yang unggul, berdaya saing, dan berbudipekerti luhur sehingga mampu menempatkan diri sesuai dengan kondisi lingkungannya, mampu bergaul dan membangun jejaring yang saling menguatkan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dengan saling menghargai, menghormati, dan kooperatif. Agamis, karena institusi ini tidak lain merupakan kepanjangan tangan dari rangkaian pelestarian, pengembangan, dan implementasi keislaman yang sesuai dengan cita rasa nasionalisme. Bersih, karena kebersihan merupakan salah satu tingkah laku/attitude yang bernilai tinggi. Seseorang yang mampu menjaga kebersihan lingkungannya, niscaya dia juga mampu menjaga kebersihan tingkah-lakunya. Cerdas, karena kompetensi lulusan mahasiswa juga harus mencerminkan tingkat intelektualitas yang mumpuni, sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada masing-masing jurusan.

Perumusan konsep ini digagas pada rapat perdana bersama dengan seluruh jajaran pimpinan di tingkat Fakultas dan disepakati sebagai ikon yang harus dimunculkan sebagai tanda atau ciri khas Kampus II dalam bentuk kode etik.

Upaya penyebaran konsep ABC ini sudah dilakukan oleh pimpinan melalui berbagai macam cara. Pertama adalah memasang tiga buah baliho berukuran 2 x 3,5 m yang dipasang di area akses Gedung A dan di depan Gedung B, dalam bentuk etika berpakaian di lingkungan FTK, Selain itu, penyebarluasan konsep ini juga sampaikan melalui jejaring sosial yang memiliki tingkat keteraksesan sangat tinggi di kalangan mahasiswa.

Pihak pimpinan tidak bosan-bosannya mengajak seluruh komponen fakultas, baik tenaga kependidikan, karyawan, maupun dosen di lingkungan FTK agar senantiasa memantau pelaksanaan kode etik dan aturan lain yang berlaku di kalangan mahasiswa. Dosen memiliki peranan penting dalam penegakan kode etik di kalangan mahasiswa.

Share