Sejarah Fakultas
Masyarakat Banten yang dipelopori oleh Rd. Moh. Nur Atmadibrata (Residen Banten) selaku ketua panitia penyelenggara pendirian fakultas Hukum Islam Syari’ah Keresidenan Banten yang diangkat oleh Koordinator Pelaksana Kuasa Perang Rem Banten No. KPTS.20/KPKP/5/61, pada tanggal 1 Juni 1961 mendirikan Perguruan Tinggi yang bernama Fakultas Syari’ah Islam Maulana Yusuf, yang kuliah perdananya dimulai pada tanggal 16 Oktober 1961. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 16 Oktober 1962 fakultas tersebut dinegerikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 67 tahun 1962, menjadi Fakultas Syari’ah IAIN Al-Islamiyah Al-Hukumiyah cabang Yogyakarta. Setelah di Jakarta berdiri IAIN Syarif Hidayatullah, Fakultas Syari’ah IAIN Serang menginduk ke IAIN tersebut sampai tahun 1976. Antara kurun waktu 1963 hingga tahun 1976 disamping Fakultas Syari’ah, didirikan pula Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah cabang Serang. kemudian Pada tahun 1976 Fakultas Tarbiyah tersebut dilikuidasi, dan sejak saat itu di Serang hanya ada satu fakultas negeri yaitu Fakultas Syari’ah IAIN Syarif Hidayatullah cabang Serang.

Kemudian pada tahun 1976 keluar Surat Keputusan Menteri Agama R.I. No. 12 tahun 1976 tentang pemindahan status Fakultas Syari’ah IAIN Syarif Hidayatullah cabang Serang menjadi dan berada di bawah koordinasi IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pada tahun 1982 Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Gunung Djati Serang meningkat statusnya dari Fakultas Muda menjadi Fakultas Madya berdasarkan SK Menteri Agama R.I. No. 69 tahun 1982. Sejak itu Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Gunung Djati di Serang membuka perkuliahan tingkat doktoral.

Eksistensi fakultas-fakultas daerah dalam perkembangan-nya dihadapkan pada tuntunan perubahan masyarakat yang tingkat kompleksitasnya tidak berbeda dengan tuntutan yang dihadapi IAIN induk. Sementara itu dalam statusnya sebagai fakultas daerah, cenderung terbatasi ruang geraknya dalam mengantisipasi tuntutan-tuntutan yang terus berkembang. Status itu juga menyebabkan antara lain ketimpangan hubungan dengan perguruan-perguruan tinggi dan lembaga-lembaga lain. Dalam banyak segi, kelembagaan fakultas daerah terkesankan tidak memiliki otonomi penuh untuk meningkatkan mutu akademik, karena sebagian besar pengambilan kebijakan sangat ditentukan oleh IAIN induk. Berdasarkan alasan di atas, Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Gunung Djati di Serang saat itu berusaha untuk merubah kemandirian status kelembagaan dan dikembangkan menjadi IAIN “Sultan Maulana Hasanuddin Banten” Serang. Kemudian, bersama-sama dengan fakultas-fakultas di daerah lainnya, melalui Keputusan Presiden R.I. nomor 11 tahun 1997 tentang pendirian STAIN, Fakultas Syari’ah di Serang beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin Banten” Serang.

Berdasarkan sejarah perkembangan dan keberadaan perguruan tinggi ini, yang dimulai dari Fakultas Syari’ah Islam Maulana Yusuf (tahun 1961) hingga menjadi STAIN “SMHB” Serang (1997) sebagaimana diungkapkan di atas, kiranya cukup memberikan alasan kuat untuk mengembangkannya pada tahap berikutnya menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Akhirnya pada tanggal 18 Oktober 2004 keluar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 tahun 2004 tentang perubahan status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin Banten” Serang menjadi Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten, selanjutnya disebut IAIN “SMH” Banten. Seiring dengan perubahan tersebut IAIN “SMH” Banten memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam serta Fakultas Ushuluddin, Dakwah, dan Adab.

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan merupakan Fakultas yang menyiapkan tenaga profesional dalam bidang kependidikan, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing sesuai dengan perkembangan perdaban umat manusia.

Saat ini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan memiliki lima jurusan atau Program Studi jenjang pendidikan Strata Satu (SI), yaitu; Pendidikan Agama Islam (PAI), Tadris Bahasa Inggris (TBI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Selain lima jurusan atau program studi tersebut, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan juga menyelenggarakan Program Dual Mode System, yaitu program Peningkatan Kualifikasi Sarjana (SI) bagi Guru Raudlatul Athfal, Madrasah, dan PAI pada Sekolah.

Share